17.8 LIGHT-ACTIVATED SCR (Fig 17.26)
Light-Activated Silicon Controlled Rectifier (LASCR) merupakan komponen semikonduktor yang dikembangkan dari SCR konvensional, dengan keunggulan utama dapat diaktifkan menggunakan cahaya. Berbeda dengan SCR biasa yang memerlukan sinyal listrik pada terminal gate, LASCR dapat dipicu melalui sinyal optik yang diarahkan ke area sensitif cahaya tanpa kontak listrik langsung.
Kemampuan ini membuat LASCR sangat berguna pada sistem yang membutuhkan isolasi antara rangkaian kontrol dan daya, serta pada lingkungan dengan gangguan elektromagnetik tinggi. Penggunaan sinyal cahaya juga meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko interferensi.
Dalam aplikasinya, LASCR banyak digunakan pada sistem kontrol daya, switching, dan perangkat industri yang memerlukan keandalan tinggi. Oleh karena itu, LASCR menjadi salah satu komponen penting dalam elektronika daya modern.
- Mengetahui definisi dan fungsi dari LASCR
- Memahami prinsip kerja LASCR dalam merespon cahaya
- Memahami aplikasi LASCR dalam rangkaian elektronika daya
- Mensimulasikan rangkaian LASCR pada software Proteus
1. Software
2. Instrument
a. Voltmeter
Merupakan alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur tegangan (beda potensial) antara dua titik dalam suatu rangkaian.
3. Generator
a. DC Generator
Merupakan mesin listrik yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik dalam bentuk arus searah (DC). Prinsip kerjanya berdasarkan induksi elektromagnetik, yaitu ketika konduktor berputar dalam medan magnet, maka akan timbul tegangan listrik.
B. Bahan
1. Silicon Controlled Rectifier (SCR)
Merupakan komponen semikonduktor yang berfungsi sebagai saklar elektronik yang dapat dikendalikan untuk mengalirkan arus listrik. SCR termasuk dalam keluarga thyristor dan memiliki tiga terminal utama, yaitu anoda, katoda, dan gate.
2. Green LED
Merupakan komponen semikonduktor yang memancarkan cahaya berwarna hijau ketika dialiri arus listrik.
3. Resistor
Merupakan komponen pasif yang digunakan untuk menghambat arus listrik dalam suatu rangkaian. Nilai resistansi resistor menentukan besar kecilnya arus yang mengalir serta mempengaruhi pembagian tegangan dalam rangkaian. Resistor banyak digunakan dalam berbagai aplikasi elektronika, seperti pengatur arus, pembagi tegangan, dan penentu nilai penguatan pada rangkaian op-amp.
Merupakan komponen listrik/elektronika yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutus aliran arus listrik dalam suatu rangkaian.
5. Ground
Merupakan titik referensi nol volt (0 V) dalam suatu rangkaian listrik atau elektronika. Komponen ini berfungsi sebagai acuan tegangan serta jalur kembali arus dalam rangkaian, sehingga seluruh pengukuran tegangan dilakukan relatif terhadap ground.
Light-Activated Silicon Controlled Rectifier (LASCR)
merupakan salah satu jenis thyristor yang merupakan pengembangan dari
Silicon Controlled Rectifier (SCR). Perbedaan utama LASCR dengan SCR terletak
pada cara pengaktifannya, di mana LASCR dapat dipicu menggunakan cahaya
(optik) tanpa memerlukan sinyal listrik pada terminal gate.
Struktur LASCR pada dasarnya sama dengan SCR, yaitu terdiri
dari empat lapisan semikonduktor (PNPN) dengan tiga terminal utama, yaitu anoda,
katoda, dan gate. Namun, pada LASCR terdapat area sensitif terhadap cahaya
yang memungkinkan komponen ini menghantarkan arus ketika terkena intensitas
cahaya tertentu. Ketika cahaya mengenai area tersebut, akan terbentuk pasangan
elektron-hole yang memicu arus gate internal, sehingga perangkat berubah dari
kondisi OFF menjadi ON.
Setelah LASCR aktif, komponen ini akan tetap menghantarkan
arus meskipun sumber cahaya dihilangkan, selama arus yang mengalir masih berada
di atas arus holding. LASCR akan kembali ke kondisi OFF jika arus turun hingga
nol atau di bawah nilai tertentu.
1. Apa yang akan terjadi jika sebuah LASCR sedang dalam kondisi konduksi (ON), lalu sumber cahaya yang memicunya dimatikan? Jelaskan apakah LASCR tersebut akan segera mati atau tetap menyala.
Pembahasan:
Sama
seperti SCR standar, LASCR memiliki karakteristik latching (mengunci). Sekali LASCR
telah terpicu ke kondisi konduksi oleh cahaya, ia akan tetap berada dalam kondisi ON meskipun sumber cahayanya dihilangkan.
2. Dalam karakteristik LASCR, terdapat istilah "Light Triggering Sensitivity". Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi sensitivitas LASCR terhadap cahaya agar ia lebih mudah terpicu?
Pembahasan:
Sensitivitas
LASCR ditentukan oleh seberapa efisien foton cahaya
menghasilkan pasangan elektron-hole di area junction. Faktor yang mempengaruhinya
antara lain:
- Panjang
gelombang cahaya: LASCR paling sensitif terhadap panjang gelombang
tertentu (biasanya mendekati spektrum inframerah).
- Besar
tegangan bias: Semakin tinggi tegangan antara anoda dan katoda
(mendekati breakover voltage), maka intensitas cahaya yang
dibutuhkan untuk memicu konduksi akan semakin kecil.
- Temperatur: Kenaikan
suhu dapat meningkatkan arus bocor internal, sehingga LASCR menjadi lebih
sensitif terhadap cahaya.
3. Jelaskan mengapa LASCR sering digunakan dalam aplikasi tegangan tinggi (HVDC) sebagai pengganti SCR biasa yang menggunakan pemicuan elektrik kabel.
Pembahasan:
Pada
sistem tegangan tinggi, terdapat risiko besar terjadinya lonjakan listrik
yang bisa merusak
rangkaian kontrol jika menggunakan koneksi kabel langsung.
1.Apa yang menjadi pemicu utama (trigger) agar LASCR
berpindah dari kondisi blocking (mati) ke kondisi konduksi (nyala)?
A. Sinyal arus listrik pada terminal Gate saja.
B. Paparan foton cahaya pada junction semikonduktor.
C. Penurunan tegangan Anoda-Katoda secara drastis.
D. Pemberian arus holding yang sangat kecil.
Jawaban: B
2. Mengapa LASCR dianggap sangat ideal
untuk digunakan dalam sistem kontrol industri tegangan tinggi (HVDC)?
A. Karena memiliki kecepatan switching yang lebih lambat
dari transistor.
B. Karena memberikan isolasi elektrik total antara sirkuit
kontrol dan sirkuit daya.
C. Karena harganya jauh lebih murah dibandingkan SCR
standar.
D. Karena tidak memerlukan terminal Anoda dan Katoda.
Jawaban: B
3.Jika sebuah LASCR sudah dalam kondisi ON
karena dipicu cahaya, apa yang harus dilakukan untuk membuatnya kembali ke
kondisi OFF?
A. Mematikan sumber cahaya pemicu segera.
B. Menurunkan arus anoda hingga di bawah nilai holding
current.
C. Meningkatkan intensitas cahaya ke tingkat maksimal.
D. Memberikan tegangan maju (forward bias) yang lebih
besar.
Jawaban: B
- Buka aplikasi Proteus.
- Pilih komponen yang diperlukan dalam rangkaian, seperti SCR, sumber DC, resistor, diode , lampu/load, switch, dan ground.
- Susunlah komponen sesuai dengan gambar rangkaian latching relay, kemudian hubungkan setiap komponen menggunakan wire (kabel).
- Jalankan simulasi dan amati kondisi saat SCR aktif (ON) dan tetap menyala meskipun trigger dilepas.
- Amati juga proses saat rangkaian dimatikan menggunakan switch (reset).
Setelah aktif,LASCR akan tetap berada dalam kondisi
aktif selama arus yang mengalir lebih besar dari arus holding.Ini memungkinkan
LASCR berfungsi sebagai relay latch yang tidak memerlukan pemicuan ulang.Untuk
menon-aktifkannya,arus harus diputus atau diturunkan di bawah arus holding.








Komentar
Posting Komentar