LAPORAN AKHIR MODUL 2



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM
OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

 

Nama                             : ZHARIF

No BP                            : 2510952058

Tanggal Praktikum       : 31 MARET 2026

Asisten                          : -  M. ALFARELDO BOYKE
                                                - ARINA PUTRI WIDIASTUTI

 

Oscilloscope

 

1.     Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

 

Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

240 mV

-

-

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

4,24 mV

1 ms

1kHz

 

2.     Membandingkan Frekuensi

 

 

Jenis Gelombang

Frekuensi oscilloscope

 

Frekuensi Generator Fungsi

Sinusoidal

1,005 kHz

1 kHz

Gigi gergaji

0,994 kHz

1 kHz

Pulsa (Kotak)

1 kHz

1 kHz


3.     Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

 

Perbandingan Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Gambar Lissajous

1 : 1

1 kHz

1 kHz

1 : 2

1kHz

2 kHz

2 : 1

2 kHz

1 kHz

1 : 3

1 kHz

3 kHz

3 : 1

3 kHz

1 kHz

2 : 3

2 kHz

3 kHz

3 : 2

3 kHz

2 kHz

 

 

 

 

4.    Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

 

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

0,3009

0,25

0,2

0,05

2 Lampu

0,8807

0,8

0,2

0,16

3 Lampu

1,3288

0,3

0,2

0,06

 

5.    Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel

 

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

0,5629

1,8

0,29

0,552

2 Lampu

1,0782

1,8

0,24

0,432

3 Lampu

1,5579

1,8

0,29

0,552



2. Prinsip Kerja [Kembali]

1.     Kalibrasi oscilloscope


a.     
Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron

b.     Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

c.      Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada

oscilloscope

d.     Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.


2.      Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Susun rangkaian seperti gambar berikut



        Tegangan Searah

a.   Atur output power supply sebesar 4 Volt

b.   Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply

c.   Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope

·         Tegangan Bolak Balik

a.   Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p

b.   Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope


3.     Mengukur dan Mengamati Frequency


a.     
Susun rangkaian seperti gambar berikut


b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal

c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator

d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator

e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa


4.     Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

        a. Susun rangkaian seperti gambar berikut


b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B

c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B

d. Atur frekuensi sinyal pada kanal A, sehingga diperoleh gambar seperti salah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.

Bacalah penunjukan frekuensi generator

e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous

f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2


Pengukuran Daya

5.       Mengukur Daya Satu Fasa


    a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt

    b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter

    c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel

                             d. Catat penunjukan dari wattmeter



3. Video Percobaan [Kembali]

    A. Oscilloscope

1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah (DC) dan Tegangan Bolak Balik (AC)



2. Membandingkan Tegangan Dengan Cara Lissajous



3. Mengukur Daya Pada Lampu




4. Analisa[Kembali]

1. Mengapa perlu kalibrasi sebelum oskiloskop digunakan?

    Jawab : 

        Osiloskop perlu dikalibrasi sebelum digunakan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang ditampilkan akurat dan sesuai dengan nilai sebenarnya. Kalibrasi dilakukan untuk menyesuaikan skala tegangan (volt/div) dan waktu (time/div), serta memastikan bentuk gelombang yang ditampilkan tidak mengalami distorsi akibat kesalahan pengaturan atau penyimpangan pada alat. Selain itu, kalibrasi juga membantu memastikan bahwa probe dan rangkaian internal osiloskop bekerja dengan baik dan sinkron. Tanpa kalibrasi, hasil pengukuran seperti amplitudo, frekuensi, dan periode dapat menjadi tidak tepat, sehingga analisis sinyal listrik menjadi kurang akurat.



2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitudo, frekuensi, dan            periode   

    Jawab : 

        Pada tegangan AC (arus bolak-balik) memiliki amplitudo yang berubah-ubah secara periodik terhadap waktu, biasanya berbentuk gelombang sinus. Pada osiloskop, tegangan AC akan terlihat sebagai gelombang yang naik dan turun secara teratur. Tegangan AC memiliki frekuensi tertentu yang menunjukkan jumlah siklus per detik, serta memiliki perioda yaitu waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus gelombang.

       Sedangkan tegangan DC (arus searah) memiliki amplitudo yang konstan terhadap waktu, sehingga pada layar osiloskop ditampilkan sebagai garis lurus horizontal tanpa perubahan. Karena tidak mengalami perubahan atau siklus, tegangan DC tidak memiliki frekuensi (frekuensi = 0 Hz) dan tidak memiliki perioda.



3. Jelaskan macam-macam gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi

    Jawab :

        1. Gelombang Sinusoidal
                Merupakan gelombang yang merepresentasikan fungsi sinus matematis secara peiodik dan                 kontinu.

        2. Gelombang Gigi Gergaji 
                Merupakan jenis gelombang non-sinusoidal yang naik secara linear dan turun tajam (atau                 sebaliknya), yang menyerupai gigi gergaji.

        3. Gelombang Kotak
                    Merupakan jenis gelombang non-sinusoidal yang amplitudonya berganti secara instan                     antara nilai maksimum dan minimum (peak to peak).

        4. Gelombang Segitiga
                    Merupakan jenis gelombang non-sinusoidal periodik yang berbentuk segitiga, yang                         kenaikan dan penurunannya linier dan simetris.



4. Bandingkan nilai daya yang terukur dan daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri

    Jawab :

        Secara teori untuk menghitung daya terhitung P = V × I . Namun pada data didapatkan nilai daya terukur dan daya terhitung tidak sama Hal ini dapat terjadi karena adanya hambatan dalam pada alat ukur dan toleransi pada alat ukur, serta rugi daya (Ploss) juga menyebabkan hasil pengukuran tidak sama.



5. Bandingkan nilai daya yang terukur dan daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu parallel

    Jawab :

        Sama dengan yang sebelumnya, nilai daya yang terukur tidak sama dengan nilai yang terhitung secara teori. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya yaitu faktor kalibrasi dan toleransi alat ukur, adanya hambatan dalam pada alat ukur, dan adanya rugi daya (Ploss) yang menyebabkan daya yang terukur tidak sama.



5. Download File[Kembali]

Download File Laporan Akhir [Klik Disini]

Video Percobaan Mengukur Tegangan AC DC [Klik Disini]

Video Percobaan Mengukur Tegangan Lissajous [Klik Disini]

Video Percobaan Mengukur Daya Pada Lampu [Klik Disini]

Komentar

Postingan populer dari blog ini