LAPORAN AKHIR MODUL 3



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM
HUKUM OHM, TEOREMA MESH

 

Nama                           : Zharif

No BP                         : 2510952058

Tanggal Praktikum     : 5 MEI 2026
Asisten                        : - FAREN MUHAMMAD ABDAD
                                            - YOSEF SALVADOR SITOMPUL

 

 

1.     Hukum Ohm

R terbaca

V

I

V Tehitung

I Terhitung

560

5

0.008

4.48

0.008

1k

5

0.004

4

0.005

1k2

5

0.004

4.8

0.004

 

V Toleransi(%)

I Toleransi(%)

10.4%

0%

20%

25%

4%

0%


                         2.      Teorema Mesh

 

 Resistor

Resistansi

Tegangan terukur

Arus terukur

Arus Mesh

(perhitungan)

Terbaca

Terukur

Ra

1000

980

6.920

5.86

IRa

7.04

Rb

1000

978

1.887

1.81

IRb

1.92

Rc

1000

978

0.630

0.56

IRc

0.644

Rd

1000

980

5.040

4.84

IRd = I1

I2

5.14

Re

1000

979

1.258

0.62

IRe = I2

I3

1.28

Rf

1000

985

0.628

0.29

IRf

0.64

Rg

1000

974

1.880

1.73

IRg

1.93


2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Hukum Ohm

        Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah


Gambar  2
        Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
        ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.

2. Teorema Mesh

        Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah

Gambar 3


        Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
        ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.


3. Video Percobaan [Kembali]

 1. Mengukur Arus pada Analisa Mesh


2. Mengukur Resistansi Pada Analisa Mesh


3. Mengukur Tegangan pada Analisa Mesh



4. Analisa[Kembali]

Hukum OHM

  1. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan Hukum Ohm?
    Jawab :
                Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan Hukum Ohm antara lain adalah toleransi resistor yang menyebabkan nilai resistansi sebenarnya berbeda dari nilai nominal, hambatan internal pada alat ukur seperti voltmeter dan amperemeter, kesalahan pemasangan rangkaian, kondisi kabel dan sambungan yang kurang baik, serta kesalahan pembacaan alat ukur oleh praktikan. Selain itu, perubahan suhu pada resistor juga dapat memengaruhi nilai hambatan sehingga hasil pengukuran dapat sedikit berbeda dengan hasil perhitungan teoritis.

  2. Jika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap arus? Apakah sesuai dengan teori Hukum Ohm?
    Jawab :
    Jika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan tetap, maka arus yang mengalir pada rangkaian akan semakin kecil. Hal ini sesuai dengan teori Hukum Ohm yang menyatakan bahwa arus berbanding terbalik dengan resistansi berdasarkan persamaan:
    V = I × R,       I = V/R.
    Dari persamaan tersebut dapat dilihat bahwa ketika nilai hambatan meningkat dan tegangan tetap, maka nilai arus akan menurun. Dengan demikian, hasil percobaan mendukung teori Hukum Ohm.

 Hukum Kirchoff 

  1. Jika salah satu resistor pada cabang diperbesar nilainya, bagaimana pengaruhnya terhadap pembagian arus di setiap cabang?
    Jawab:
                Jika resistor cabang di perbesar nilainya, maka arus yang mengalir pada cabang tersebut akan menurun nilainya. Sesuai dengan Hukum Ohm V=I×R, I=V/R. Jika Resistor diperbsar nilainya maka arus yang mengalir menurun. Sedangkan arus pada cabang lain bisa saja meningkat nilainya atau tetap. Karena tegangan pada tiap cabang yang parallel nilainya sama. Kenaikan nilai resistansi resistor menyebabkan arus total yang mengalir pada rangkaian menjadi turun juga, tetapi Sebagian besar arus tidak melewati resistor yang dinaikkan nilainya yang dapat dihitung menggunakan rumus pembagi arus.

  2. Apakah jumlah aljabar tegangan dalam satu loop tertutup sama dengan nol berdasarkan hasil percobaan?
    Jawab:

            Dari data pengukuran dengan sumber 12V yang didapatkan:
            Va = 6.92V      Vb = 1.887V    Vc = 0.630V    Vd = 5.040V   
            Ve = 1.258V    Vf = 0.628V     Vg = 1.880V   

            KVL Loop I :
            -12V + Va + Vd = -12 + 6.92 + 5.040 = -0.04 ≈ 0

            KVL Loop II :
            -
Vd + Vb + Ve + Vg = -5.040 + 1.887 + 1.258 + 1.880 = -0.015 0

            KVL Loop III :
            -Ve + Vc + Vd = -1.258 + 0.630 + 0.628 = 0

            Dari ketiga loop menunjukan bahwa total tegangan dalam satu loop tertutup adalah nol (walaupun hampir mendekati), ini menunjukan bahwa data percobaan sesuai dengan teori     yang ada.

 

-Mesh

  1. Bandingkan nilai arus hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukuran. Apakah terdapat perbedaan? Jelaskan.
    Jawab :
                Berikut table perbandingan nilai arus hasil perhitungan dengan nilai arus hasil pengukuran :

mA

IRA

IRB

IRC

IRD

IRE

IRF

IRG

Iterhitung

7.04

1.92

0.64

5.14

1.28

0.63

1.93

Iterukur

5.86

1.81

0.56

4.84

0.62

0.29

1.73

                   Nilai I hasil perhitungan dan nilai I hasil pengukuran memiliki sedikit perbedaan, hal ini disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya yaitu adanya hambatan dalam pada alat ukur yang digunakan, hal ini menyebabkan adanya toleransi dari alat ukur terhadap hasil pengukurannya. Kemudian kesalahan dalam membulatkan nilai hasil pengukuran juga menyebabkan nilai hasil pengukuran memiliki perbedaan dengan nilai hasil perhitungan.

           

  1. Apa keuntungan menggunakan metode mesh dibandingkan metode analisis biasa pada rangkaian yang kompleks?
    Jawab :
                Dengan menggunakan metode mesh dapat mempercepat kita untuk menyelesaikan perhitungan untuk mendapatkan nilai arus pada masing-masing loop. Meetode mesh ini dapat mengurangi jumlah persamaan yang didapatkan dari Hukum KVL, sehingga membuat kita lebih cepat dan efisien dalam melakukan perhitungan. Metode mesh juga sangat membantu bila suatu rangkaian yang hanya diketahui nilai sumber tegangan dan nilai resistornya saja, atau suatu rangkaian yang terdapat banyak tegangan sumbernya, dengan metode mesh kita dapat menghitung nilai arus yang ingin kita ketahui pada sebuah rangkaian.


  2. Mengapa pada resistor yang berada di antara dua mesh, arusnya merupakan selisih dua arus mesh?
    Jawab :
    Karena dalam metode mesh kita memisalkan bahwa ada arus yang mengalir searah jarum jam pada masing-masing loop, arus ini dinamakan dengan arus mesh. Saat kita meninjau salah satu mesh dan terdapat sebuah resistor yang berada diantara dua mesh, maka pengurangan dua arus ini memiliki pengertian dimana arus mesh yang kita tinjau searah dengan arus mesh yang kita berikan, namun berlawanan dengan arus mesh sebelahnya. Oleh karena itu arus pada resistor yang diapit oleh dua mesh (resistor dipakai Bersama) merupakan arus yang searah dengan arus mesh yang ditinjau dikurangi dengan arus yang berlawanan dengan arus mesh yang ditinjau.

 


5. Download File[Kembali]

Download File Laporan Akhir [Klik Disini]

Download Video Percobaan Mengukur Resistansi [Klik Disini]

Download Video Percobaan Mengukur Tegangan [Klik Disini]

Download Video Percobaan Mengukur Arus [Klik Disini]


Komentar

Postingan populer dari blog ini