LAPORAN AKHIR MODUL 4

 


1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM
RLC SERI DAN RLC PARALEL

 

Nama                           : ZHARIF

No. BP                         : 2510952058

Tanggal Praktikum     : 19 MEI 2026
Asisten                         : RAHMANDA HUSEIN
                                               RAHMI HUMIRA

 

1.     RC Seri

 

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

6.14V

0.10mA

1.711V

375,927ohm

Xb = 100 ohm

1.315V

Xc = 10 uF

5.391V

 

2.     RLC Seri

 

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

6.13V

0.12mA

1.614V

327,062ohm

Xb = 22 mH

0.132V

Xc = 10 uF

5.891V


 

3.     RLC Paralel

 

 

Beban

V

terukur

I

terukur (total)

 

I1

 

I2

 

I3

V pada beban

 

Impedansi

Xa = 100

ohm

5.47V

0.06mA

0.04mA

0.05mA

0.04mA

5.41V

7.042ohm

Xb = 22

mH

0.06mA

5.17V

Xc = 10

uF

0.06mA

5.36V

 

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1.       RC Seri

a.      Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.2

b.      Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

  •      Xa = 100 ohm
  •      Xb = 100 ohm
  •      Xc = 10 uF

   

c.      Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit

d.      Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan

e.      Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f.       Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal

g.      Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h.      Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RC


2.       RLC Seri

a.      Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.4

b.      Atur nilai beban R, L dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

  • Xa = 100 ohm 
  • Xb = L2 = 22 mH 
  • Xc = 10 uF
c.      Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit

d.      Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan

e.      Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f.       Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal

g.      Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h.      Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RLC seri


3.       RLC Paralel

a.      Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.5

b.     Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

Xa = 100 ohm Xb = 22 mH Xc = 10 uF

c.      Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit

d.     Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan

e.      Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f.      Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal

g.     Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h.     Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RLC paralel


3. Video Percobaan [Kembali]

1. Percobaan RC Seri



2. Percobaan RLC Seri



3. Percobaan RLC Parallel



4. Analisa[Kembali]

1. Analisa pengaruh R,L, dan C terhadap sudut fasa!
Jawab :
            Pada rangkaian AC, sudut fasa (θ) menunjukkan perbedaan fasa antara arus dan tegangan. Nilai sudut fasa dipengaruhi oleh resistansi (R), induktansi (L), dan kapasitansi (C).

  • Pengaruh Resistansi (R)
            Resistansi tidak menyebabkan pergeseran fasa antara arus dan tegangan. Pada resistor murni, arus dan tegangan sefasa sehingga sudut fasa bernilai 0°. Jika nilai resistansi diperbesar, maka pengaruh reaktansi menjadi lebih kecil sehingga sudut fasa mendekati nol.
  • Pengaruh Induktansi (L)
            Induktor menghasilkan reaktansi induktif (XL) yang menyebabkan arus tertinggal terhadap tegangan sebesar 90°. Semakin besar induktansi atau frekuensi, maka nilai XL semakin besar sehingga sudut fasa menjadi semakin positif dan rangkaian bersifat induktif. XL = 2𝜋fL
  • Pengaruh Kapasitansi (C)
            Kapasitor menghasilkan reaktansi kapasitif (XC) yang menyebabkan arus mendahului tegangan sebesar 90°. Semakin besar nilai kapasitansi, maka nilai XC semakin kecil sehingga sudut fasa mengecil. Sebaliknya, jika kapasitansi kecil maka XC membesar dan rangkaian menjadi lebih kapasitif. XC = 1/2𝜋fC
 
    Pada rangkaian RLC, sudut fasa dipengaruhi oleh selisih antara XL dan XC, yaitu: 
Tan θ = (XL - XC)/R
Jika XL > XC, sudut fasa positif dan rangkaian bersifat induktif. Jika XC > XL, sudut fasa negatif dan rangkaian bersifat kapasitif.


2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC seri
Jawab :
            Pada rangkaian RC seri, impedansi dipengaruhi oleh resistansi (R) dan reaktansi kapasitif (XC). Resistansi menghambat arus tanpa mempengaruhi fasa, sedangkan kapasitor menyebabkan arus mendahului tegangan.
Impedansi total rangkaian RC seri dirumuskan sebagai:
Z = (R2 + XC2)
Dari persamaan tersebut dapat dianalisis bahwa:

  • Jika nilai R diperbesar, maka impedansi total meningkat.
  • Jika nilai XC diperbesar, maka impedansi juga meningkat.
  • Nilai XC dipengaruhi oleh frekuensi. Saat frekuensi naik, XC mengecil sehingga impedansi menurun dan arus menjadi lebih besar.
 
3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC seri
Jawab :
            Pada rangkaian RLC seri, impedansi dipengaruhi oleh resistansi (R), reaktansi induktif ( XL), dan reaktansi kapasitif (XC). Reaktansi total rangkaian merupakan selisih antara Xdan XC.
Impedansi rangkaian RLC seri dinyatakan dengan:
Z = √(R2 + ( XL - XC )2)
Dari persamaan tersebut dapat dianalisis bahwa:
  • Jika XL > XC, maka rangkaian bersifat induktif dan arus tertinggal terhadap tegangan.
  • Jika XC > XL, maka rangkaian bersifat kapasitif dan arus mendahului tegangan.
  • Ketika XC = XL, terjadi resonansi sehingga impedansi minimum dan sama dengan resistansi:
    Z = R
  • Pada kondisi resonansi, arus menjadi maksimum karena hambatan total rangkaian paling kecil.
 
4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Pralael
Jawab :
            Pada rangkaian RLC paralel, resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) dipasang secara bercabang sehingga tegangan pada setiap komponen sama, sedangkan arus terbagi pada masing-masing cabang. Untuk menganalisis impedansi pada rangkaian paralel digunakan konsep admitansi (Y) , yaitu kebalikan dari impedansi.
Hubungan antara impedansi dan admitansi dinyatakan dengan:
Z = 1/Y
Pada rangkaian RLC paralel, admitansi total diperoleh dari penjumlahan admitansi tiap cabang:
Y = ((1/R)2 + ((1/XL)2 – (1/XC)2))
Sehingga impedansi total rangkaian adalah:
Z = 1/((1/R)2 + ((1/XL)2 – (1/XC)2))
Dari persamaan tersebut dapat dianalisis bahwa:
  • Jika XL > XC, maka rangkaian bersifat induktif dan arus tertinggal terhadap tegangan.
  • Jika XC > XL, maka rangkaian bersifat kapasitif dan arus mendahului tegangan.
  • Jika XC = XL, maka bagian reaktif menjadi nol sehingga admitansi minimum dan impedansi mencapai nilai maksimum. Kondisi ini disebut resonansi paralel.
  • Pada resonansi paralel, arus total menjadi minimum karena arus pada induktor dan kapasitor saling meniadakan.

 

5. Download File[Kembali]

Download File Laporan Akhir [Klik Disini]

Download Video Percobaan RC Seri [Klik Disini]

Download Video Percobaan RLC Seri [Klik Disini]

Download Video Percobaan RLC ParalLel [Klik Disini]

Komentar

Postingan populer dari blog ini