LAPORAN AKHIR MODUL 1

 



1. Jurnal [Kembali]

 JURNAL PRAKTIKUM
POTENSIOMETER, TAHANAN GESER DAN JEMBATAN
WHEATSTONE

 

Nama                       :    ZHARIF

No BP                      :    2510952058

Tanggal Praktikum :    3 MARET 2026

Asisten                     :    - M. NAUFAL LUTFI

                                                - ACHMAD YUSUF


1.     Penentuan Karakteristik Alat Ukur

 Nama Alat

 Model

Prinsip Kerja

Tingkat Ketelitian

Posisi Alat Ukur

Kelas Isolasi

Jenis Input

Range

Skala

Faktor Pengali

 Sensitivitas

Voltmeter I

2011

Kumparan Putar

0,5

Horizontal

*3

DC

0-300
0-1000

30, 100, 300, 1000

1000 Ω/V

Amperemeter II

2013

Besi Putar

0,5

Horizontal

*3

AC

0-5,
 0-10, 0-20

2, 5, 10, 20

45-65 Hz

 

2.     Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Seri

No.

 Xn

R (Ω)

R multimeter (Ω)

R terhitung (Ω)

I Total (A)

V Total (V)

 

1.

Xa

220 (P)

229,2

283,3

0,006

1,7

Xb

550 (P)

559

603,3

0,006

3,62

Xc

1000 (T)

975

975

0,006

7,1

 

2.

Xa

1000 (P)

974

1015,38

0,0026

2,65

Xb

1500 (P)

1500

1526,07

0,0026

3,96

Xc

2000 (T)

2000

2026,92

0,0026

5,27


3.     Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Paralel

No.

 Xn

R (Ω)

R multimeter (Ω)

R terhitung (Ω)

I Total (A)

V Total (V)

 

1.

Xa

220 (P)

220,2

235,19

0,052

12,23

Xb

550 (P)

559

509,58

0,024

12,23

Xc

1000 (T)

975

1019,16

0,012

12,23

 

2.

Xa

1000 (P)

997

989,01

0,018

11,7

Xb

1500 (P)

1512

1462,15

0,008

11,7

Xc

2000 (T)

1987

2052,63

0,0057

11,7

 

4.     Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone

Rs (Ω)

Rx Multimeter (Ω)

Rx Terhitung (Ω)

R toleransi (%)

470

1034

1034

0%



2. Prinsip Kerja [Kembali]

1.      Mengamati dan Memahami Simbol serta Data dari Alat Ukur

a.    Ambil alat ukur seperti dibawah ini:

·      Voltmeter (model 2011)

·      Amperemeter (model 2013)

                                 b.    Amati simbol dan data yang tertera pada alat ukur tersebut.

                                c.    Gambarkan dan artikan simbol     serta    data tersebut dan tuliskan karakteristik                                         alat ukur berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 1.

 

2. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Seri

a.   Susun rangkaian seperti gambar 1.4

b. Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.

c.    Gunakan DC power supply sebesar 12V.

d.    Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.

e.    Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser.


        Gambar 1.4. Rangkaian Seri


 

3. Pengukuran Arus dan Tegangan Menggunakan Potensiometer dan Tahanan Geser Pada Rangkaian Paralel

a.       Susun rangkaian seperti gambar 1.5

b.       Hubungkan nilai R sebesar 220Ω, 550Ω, dan 1kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal praktikum.

c.       Gunakan DC power supply sebesar 12V.

d.       Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.

e.       Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensiometer dan tahanan geser.


                              

Gambar 1.5. Rangkaian Paralel

 

4.    Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone

a.      Susun rangkaian seperti gambar 1.6

b.     Hubungkan power supply 5V ke terminal input pada jembatan wheatstone.

c.      Hubungkan Ampermeter pada rangkaian sebesar 0-100mA.

d.     Hubungkan Voltmeter pada rangkaian dengan multimeter.

e.      Hubungkan R1 sebesar 100Ω dan R3 sebesar 220 Ω pada jembatan wheatstone.

f.      Kemudian hubungkan masing-masing R2 ke Rv2 dan R4 ke Rv1 pada potensiometer.

g.     Hidupkan power supply, atur nilai resistansi pada R4 hingga nilai tegangan menunjukkan angka 0 pada multimeter.

h.     Catat nilai arus yang tertera pada Amperemeter, kemudian matikan power supply.

i.       Ukur nilai resistansi R4 dan R2 pada potensiometer menggunakan multimeter kemudian catat nilainya pada tabel 4.




                                
Gambar 1.6. Rangkaian Jembatan Wheatstone


3. Video Percobaan [Kembali]

                            Percobaan Rangkaian Seri : 



                            Percobaan Rangkaian Parallel : 

    



Gambar Percobaan Jembatan Wheatstone




    

4. Analisa[Kembali]

1. Analisa karakteristik setiap alat ukur yang digunakan!

Jawab :

            Amperemeter (Model 2013)

·       Amperemeter dipasang secara seri terhadap rangkaian untuk mengukur total arus yang mengalir pada rangkaian arus bolak-balik (AC).

·       Prinsip kerjanya umumnya berdasarkan gaya Lorentz, yaitu gaya yang timbul akibat arus listrik yang mengalir melalui kumparan dalam medan magnet sehingga menghasilkan gerakan pada besi putar yang kemudian menggerakkan jarum penunjuk.

·       Batas ukur amperemeter tersedia dalam rentang 0–5 A, 0–10 A, dan 0-20A ,dengan faktor pengali: 2, 5, 10,dan 20. Frekuensi sensitivitas alat berada pada rentang 45–65 Hz.

·       Alat ini digunakan pada posisi horizontal dengan tingkat ketelitian ±0,5. 


            Voltmeter (Model 2011)

·       Voltmeter dipasang secara paralel terhadap rangkaian untuk mengukur tegangan listrik arus searah (DC).

·       Prinsip kerjanya berdasarkan kumparan putar, di mana arus yang mengalir melalui kumparan akan menghasilkan medan magnet yang menyebabkan kumparan bergerak dan menggerakkan jarum penunjuk.

·       Batas ukur voltmeter tersedia pada rentang 0–300 V dan 0–1000 V, dengan faktor pengali: 30, 100, 300, 1000. Sensitivitas alat sesuai dengan spesifikasi skala yang tersedia yaitu 1000Ω/V.

·        Voltmeter digunakan pada posisi horizontal dengan tingkat ketelitian ±0,5.


 

2. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian Seri!

Jawab :

            Pada rangkaian seri, hukum-hukum dasar yang berlaku:

o   Hambatan total:

o   Arus yang mengalir dalam rangkaian seri sama di setiap komponen:

o   Tegangan dibagi sesuai dengan nilai hambatan:

            Tahanan Geser
Pada tahanan geser, saat posisi slider digeser untuk meningkatkan nilai resistansi (R), maka arus total rangkaian (I) akan berkurang sesuai dengan Hukum Ohm:

Berdasarkan persamaan tersebut, jika tegangan (V) tetap dan resistansi (R) diperbesar, maka arus (I) akan semakin kecil. Sebaliknya, jika resistansi diperkecil, arus yang mengalir akan semakin besar, begitu juga sebaliknya.

 

            Potensiometer
Pada potensiometer, variasi hambatan digunakan sebagai pembagi tegangan (voltage divider). Dalam rangkaian seri, potensiometer sangat efektif untuk mengatur tegangan keluaran. Dengan menggeser posisi wiper, nilai resistansi pada masing-masing cabang akan berubah, sehingga tegangan keluaran dapat diatur sesuai kebutuhan.

 

 

3. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian Parallel!

Jawab :

            Pada rangkaian paralel, berlaku hukum-hukum dasar berikut:

o   Hambatan total lebih kecil dari hambatan terkecil dalam rangkaian

o   Tegangan pada setiap cabang sama dengan tegangan sumber

o   Arus total adalah jumlah dari arus di setiap cabang

            Tahanan Geser
Pada tahanan geser, saat posisi slider digeser sehingga nilai hambatan meningkat, maka arus pada suatu cabang akan berkurang. Hal ini sesuai dengan Hukum Ohm:

Jika hambatan (R) diperbesar dan tegangan (V) tetap konstan, maka arus (I) yang mengalir akan semakin kecil. Pada rangkaian paralel, tegangan pada setiap cabang tetap sama (konstan), sedangkan arus akan menyesuaikan dengan besar hambatan masing-masing cabang.

 

            Potensiometer

Pada potensiometer, perubahan posisi wiper akan mengubah nilai resistansi pada masing-masing bagian rangkaian. Perubahan resistansi ini menyebabkan arus pada suatu cabang dapat dibatasi atau diatur, tetapi tidak mempengaruhi tegangan karena rangkaian murni parallel.

 

 

4. Analisa nilai persen R pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheastone!

Jawab :

            Data resistansi yang diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan multimeter adalah:

Diketahui:

·     

·     


 

Perhitungan Persentase Error





5. Download File[Kembali]

Download File Laporan Akhir : [Klik Disini]

Download Video Percobaan Rangkaian Seri : [Klik Disini]

Download Video Percobaan Rangkaian Parallel : [Klik Disini]

Komentar

Postingan populer dari blog ini